15/11/22 - Day 2 P5

Bacaan Halaman 13-28 (4 bab /16 hal)   

    Kemarahan seperti mengambil kalkun indah yang baru kita beli dan meninggalkan di meja sampai ia rusak dan berbau busuk. Lalu untuk benar benar menunjukan seberapa marahnya kamu kepada orang yg kamu benci atau marah, kamu memasak kalkun busuk itu dan memakannya berharap orang yg kau benci atau marah akan sakit. 

    Tidak masuk akal bukan? Tepat sekali, misalnya begitu juga caramu menangani situasi ini dengan tidak mau berbicara atau bertemu dengan orang yang kau benci atau marah hingga meninggalkan mereka yang ingin berdamai atau berbicara denganmu. Orang tersebut yang kau benci atau marah pergi untuk menjalani hidupnya sedangkan kamu tetap sakit bersama kemarahanmu dan itu yang ada hanya menyakiti dirimu sendiri. 

    Kesimpulan dari bab ke 3:

Memaafkan bukan lah sesuatu yang selalu kau lakukan untuk orang lain, terkadang kau bisa memaafkan untuk membantu dirimu merasa lebih baik.

    Kesimpulan yang diambil dari bab ke 4 adalah jangan memaksakan anakmu menjadi dirimu. Contohnya dirimu adalah seorang perfeksionis, kamu menuntut anakmu nilai ulangan harus 100 atau A. Jika anakmu bertanya/meminta bantuan karena kesulitan dalam pelajaran atau suatu masalah atau solusi dari permasalahan, Jangan merendahkan atau menjawab 'masa kamu gitu aja gak bisa?','belajarlah!', 'kamu itu gak bodoh, bagaimana mungkin kau tidak bisa menjawab?' melainan berilah dia  petunjuk lalu tuntun anakmu dan dia akan mencari tahu sendiri. Jika anakmu menemukan jalan buntu, ajarilah dia dan berikan nasihat atau pelajaran. Karena kata kata tersebut tidak akan ada gunanya ketika anak anda sedang mencoba menyelesaikannya dengan bertanya sehingga ia tidak akan meminta bantuan anda lagi. Kata kata tersebut akan terus diingat dan akan memengaruhi apa yang ia lakukan dan relasinya di dunia.
    Kesimpulan yang diambil dari bab ke 5 bahwa kemarahan yang pekat kepada orang lain adalah cara yang pasti untuk menghancurkan semangat kita sendiri dan berpotensi membuat kita sangat menyesal. 

Quotes:
Memaafkan tidak selalu mudah. Memaafkan seseorang  yang pernah melukai kita tekadang lebih menyakitkan dibandingkan luka itu sendiri. Tetapi, tidak ada damai tanpa memaafkan.

    Refleksi: yang diambil dari bab ke 6 bahwa dendam adalah bagi mereka yang bersikeras bahwa mereka berutang sesuatu; tetapi memaafkan adalah bagi mereka yang cukup kaya untuk berjalan maju.

Popular Posts