16/11/22 - Day 3 P5
Pada akhirnya kemarahan dan dendam perlahan lahan akan meracuni diri sendiri, karena penolakan untuk memaafkan seperti makan racun tikus lalu berharap tikus itu akan mati. Hal tersebut akan bergumul melawan depresi, stress, dan mudah tersinggung karena terantai oleh kepahitan yang ada di ingatan kita. Di tengah pencerahan itu hal terbaik yang bisa dilakukan adalah memaafkan agar bebas. Semua orang pantas untuk mendapatkan kebebasan yang didatangkan oleh memaafkan.
Saya memiliki gagasan bahwa memaafkan adalah tanda kelemahan, tapi dengan membaca kisah ini aku justru menemukan sebaliknya. Memaafkan memerlukan kekuatan besar yang tidak kumiliki.
Kesimpulan bab ke 7:
Memaafkan itu seperti membebaskan seorang tawanan dan menemukan bahwa tawanan itu adalah kita sendiri.
Kita harus memberi peluang dengan percaya bahwa mereka juga telah melakukan yang terbaik, dan memaafkan mereka ketika sepertinya mereka berbuat kesalahan. Beban ketidak-sediaan untuk memaafkan hanya akan membuat sakit sendiri. Dengan memaafkan beban yang terangkat akan terasa luar biasa dan lega.
Refleksi:
Memaafkan seseorang bisa seperti hal yang paling sulit untuk dilakukan di dunia. Tetapi itu menjadi lebih mudah setelah aku menyadari bahwa bukanlah orang lain yang menghalangiku untuk memaafkan; tetapi diriku sendiri.


