17/11/22 - Day 4 P5
Bacaan Halaman 44-54 (3 bab/11 hal)
Apakah memaafkan itu? Mengapa kita merasa begitu sulit untuk memaafkan?
Memaafkan itu seperti ini: sebuah ruangan bisa menjadi gelap karena kau telah menutup jendela, kau telah menutup tirai. Tetapi di luar matahari sedang bersinar, di luar udara sangat segar. Untuk mendapatkan udara segar itu, kau harus bangun lalu membuka jendela dan membuka tirai.
Begitu sulit untuk memaafkan karena selama ini kita terjebak dalam kepahitan dan terantai dengan dendam dan kemarahan yang perlahan meracuni kita, butuh kekuatan untuk melangkah maju dari semua itu yaitu memaafkan. Bukan untuk mereka tetapi untuk kita sendiri, kita dapat membebaskan diri kita sekaligus orang yang kita maafkan dan beban yang terangkat akan terasa luar biasa dan lega.
Dibutuhkan bertahun tahun untuk membangun kembali relasi yang telah hancur setelah memaafkan. Dan karena telah tumbuh dari pengalaman itu, relasi sekarang menjadi semakin kuat. Itulah memaafkan adalah bagi mereka yang ingin melangkah maju.
Setelah membaca kisah dari bab terakhir ini yaitu bab ke 12 dari 12 kisah berbagai pelajaran dari memaafkan ayah. Melihat ibunya mengalami semua ini aku banyak belajar tentang memaafkan. Aku tidak bisa membayangkan betapa sakitnya di- khianati oleh seseorang yang dia cintai dan percayai sepenuh hati. Terkoyak habis tetapi cukup kuat untuk memulai kembali dan membangun kembali kepercayaan akan membutuhkan pribadi yang sangat istimewa. Melalui ibu tersebut mengajari betapa kuatnya memaafkan itu. Memang tidak mudah memaafkan, tetapi ibu itu telah menunjukkan bahwa memaafkan itu mungkin dan layak dilakukan.
Refleksi:
Hal-hal yang saling dilakukan oleh orang-orang yang saling mencintai akan mereka ingat, dan jika mereka tetap bersatu itu bukan karena mereka lupa, tetapi karena mereka memaafkan.


