1/12/22 - Day 18 P5



 Bacaan halaman 245-258 (3 bab /14 halaman)

Memaafkan adalah kunci yang membuka pintu dendam dan borgol kebencian. Ia adalah kekuatan yang mematahkan rantai kepahitan dan gembok keegoisan.

Mempertahankan ketakutan dan kemarahan akan menghancurkan kehidupan di dalam diri.

Kekuatan memaafkan mungkin akan mengubah semesta.

Kisah ini mungkin tidak menggambarkan bahwa memaksa menciptakan keadilan. Itu urusan semesta atau Ilahi. Tetapi itu memunculkan pertanyaan: Seberapa kuatnya memaafkan bagi semua yang terlibat? 

Memaafkan adalah kunci baginya untuk melangkah maju, untuk memadukan dan memaknai "kejahatan" dunia, dan untuk mengenali bab keberanian untuk berdiri menghadapi kerumunan bisa menjad pilihan yang sah dan sangat indah. Meski dia banyak mendera pada akhirnya dia mendapat kemenangan. Ini tidak berarti seseorang harus memaafkan untuk mendapatkan sesuatu ini hanya berarti bahwa dalam banyak hal, memaafkan itu sering memuncul kan keajaiban. 

Memaafkan bukan saja mendatangkan kedamaian di dalam diri, tetapi juga memperbolehkan semesta untuk memperbaiki segalanya. Memaafkan bukanlah soal pembalasan dendam, atau bahkan keadilan, tetapi terkadang memungkinkan keadilan. Memaafkan dapat mengubah si pemaaf dan yang dimaafkan. 

Kita harus bersedia melepaskan kehidupan yang telah kita rencanakan untuk mendapatkan kehidupan yang sedang menanti kita.

Bagiku, memaafkan ini adalah soal gengsi, berdasarkan kinerja. Manakala aku ter- singgung, selalu ada bagian dari diriku yang ingin mempertahankan kepedihanku untuk menunjukkan bahwa aku telah terluka.

Apakah menolong jika kita memendam dendam untuk pelang garan di masa lalu? Sebenarnya, menunda maaf hanya merugikan kita.

Jika orang itu tidak berniat memperbaiki kesalahan. Kita tidak perlu, dan tidak boleh, mengharap orang itu meminta maaf. Bagian kita sudah jelas: memaafkan si pelanggar dan melanjutkan hidup. Bagaimanapun, Tuhan tidak mengabaikan doa memaafkan kita atau menunda belas kasihnya. 

Refleksi: Aku harus memaafkan seseorang yang sangat kucintai Aku harus memaafkan diriku karena mengecewakan orang-orang tertentu di dalam hidupku. Akhirnya, aku harus memaafkan semua.




Popular Posts