13/12/22 - Day 30 P5

Bacaan halaman 418-430

Memaafkan adalah hadiah yang kauberikan pada dirimu sendiri.

Mengapa perlu memaafkan diri sendiri? Sederhananya, kita memaafkan karena tidak mempunyai kata-kata, tindakan, atau keputusan yang tepat. Kita memaafkan diri kita karena tidak menjadi teman atau pacar yang sempurna. Memaafkan diri kita karena merasa tidak cukup memadai. Tidak ada orang yang membuat kita merasa bersalah. Kita yang mendatangkannya sendiri. Memaafkan diri kita telah melakukan begitu banyak kesalahan. Memaafkan diri kita telah memampukan kita memaafkan kata-kata dan tindakan orang lain yang menyakitkan. Memaafkan datang dalam berbagai ukuran dan bentuk. Memaafkan bersifat pribadi. Lebih dari segalanya, memaafkan itu penuh daya.

Dan kau tahu, jika kau pernah mengalami rahmat dan merasa seolah-olah kau telah diampuni, kau akan lebih mau memaafkan orang lain. Kau jauh lebih murah hati kepada orang lain.

Kita dapat menemukan kemenangan melalui kepasrahan doa: "Tuhan, aku menyerah. Aku tidak bisa menanggung semua ini lagi dan hari ini aku memilih menerima pengampunan. Sekarang aku memohon kekuatan untuk melepaskan perasaan bersalah, malu, sedih, dan memilih untuk berjalan di terang kebenaran."

Menolak melayani pikiran-pikiran yang melenceng lagi. Menggantikannya dengan gambaran-gambaran kehidupan baru yang sedang dibangun bersama orang yang kita sayang. Bahwa membesarkan hati orang lain dengan kisah pengampunan telah memberi makna kepada kepedihan kami. 

Kita adalah produk dari masa lalu kita, tetapi kita tidak harus menjadi tawanannya.

"Dan ketika Yesus telah mengatakan ini, Dia mengembuskan napasnya pada mereka, dan berkata kepada mereka, "Terimalah Roh Kudus. Jika engkau memaafkan dosa orang-orang maka dosa mereka diampuni; jika engkau menahan dosa orang orang, dosa mereka juga ditahan." (Yohanes 20: 22-23 NKJV)

Refleksi:

Tuhan mengetahui hati Anda, dan setiap nama yang tidak dicantumkan di dalam daftar pengampunan itu hanya akan ada di antara Anda dan Tuhan. Tuhan berkata di dalam Markus 11, "Dan manakala kamu berdiri untuk berdoa, jika kamu marah pada seseorang, ampuni dia terlebih dulu, agar Bapamu di surga juga memaafkan pelanggaranmu. Tetapi jika kamu tidak memaafkan Bapamu di surga juga tidak memaafkan pelanggaranmu."



Popular Posts