23/11/22 - Day 10 P5
Bacaan Halaman 126-145 (4 bab/20 halaman)
Aku terkesan dengan kalimat penutup cerita "Bersamaan dengan itu, aku berdoa semoga dia ingat; kami tidak harus selalu saling sepakat, tetapi kami selalu saling mencintai." Dengan membaca kisah ini saya sadar bahwa peran utama tersebut mendapat kedamaian yang datang dari mengiklaskan. Adalah jalan salah satu jika memaafkan dan melupakan tidak mempan. Iklaskanlah dan istirahat dalam damai.
Kau tahu bahwa kau sungguh-sungguh mencintai seseorang, ketika kau tidak bisa membencinya karena dia telah mematahkan hatimu...
Surga sebagai tempat tubuh kita yang dipenuhi kepedihan melepas seperti baju usang, dimana kesedihan terbasuh pergi, dan kita memaafkan orang lain dan diri mana sendiri untuk semua kesalahan kita di dalam hidup. Aku tidak bisa membayangkan kita semua membawa-bawa kepedihan mortal kita, karena jika demikian, surga akan penuh penderitaan seperti bumi. Seperti yang dikatakan di dalam Injil Kolose 1:13-14, "Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa."
Terlepas dari seberapa berantakannya kehidupan, pada akhirnya, hanya cintalah yang terpenting dan hanya cinta yang kita bawa bersama kita. Tidaklah perlu memohon maaf ke- pada orang yang telah berpulang. Di surga, itu terjadi secara alami.
Salah satu tujuan mimpi adalah pemenuhan keinginan. Karena tidak ada keinginan yang lebih besar daripada keinginan untuk satu kali lagi bertemu dengan orang yang kita kasihi dan berdamai dengannya, aku tahu mungkin tidak ada alasan supernatural dari mimpi itu.
SIT IN DAY 1

_1.jpg)


