24/11/22 - Day 11 P5
Bacaan 146-158 (3 bab/ 13 halaman)
Memaafkan berarti melepaskan masa lalu.
Aku pikir memaafkan adalah komitmen untuk bergerak meninggalkan masa lalu dan memulai dari awal. Dengan membangun lembaran baru, dua pihak telah membuat komitmen yang sama. Itu akan membantu mereka terhubung kembali, saling memaafkan. Dan berhasil memulihkan relasi mereka. Memaafkan adalah daya yang sangat kuat. Ia dapat melepaskan manusia dari penjara kepahitan dendam, atau apa pun yang membuat mereka terpenjara. Dan tidak dibutuhkan dua pihak untuk memaafkan, satu pihak saja sudah cukup untuk memulai proses.
Terkadang upaya untuk menghadapi isu-isu masalah hanya memunculkan kembali luka lama. Butuh jalan keluar yang dapat membantu memperbaiki relasi yaitu memaafkan. Salah satu akkar dari masalah juga tidak adanya memaafkan.
Pengetahuan akan masa lalu tetap tinggal bersama kita. Mengikhlaskan adalah melepaskan gambaran-gambaran dan emosi, dendam dan ketakutan, ketergantungan dan kekecewaan masa lalu yang mengekang semangat kita.
Refleksi: Sudah lama aku belajar bahwa beberapa orang lebih memilih mati daripada memaafkan. Ini adalah kebenaran yang aneh, tetapi memaafkan memang proses yang sulit dan menyakitkan. Memaafkan tidak terjadi dalam satu malam. Memaafkan adalah evolusi hati.
Sit in hari kedua adalah sharing alumni dari SMA PL yaitu kakak perempuan yang melakukan penelitian di Jepang yaitu mahluk primata (monyet) untuk skripsi. Yang saya dapat dari sharing tersebut adalah kakak tersebut memberi tahu cara untuk survived hidup di luar negeri yaitu satu baik kepada semua orang dan orang orang akan mendekat ke kalian sendirinya dan menjadi teman sahabat. Lalu saya menanyakan tips untuk masuk ptn karena kakak tersebut dari universitas IPB (Institut Pertanian Bogor) yaitu poinnya konsisten dan disiplin seperti konsisten belajar sesuai waktu yang ditentukan, berusaha semampu mungkin. Yang di teliti oleh kakak tersebut dari monyet (lutung dari afrika) adalah perasa yaitu rasa makanan yang dirasakan oleh lidah lutung. Ada 5 rasa dari perasa yaitu manis,pahit,asin,asam, dan umami. Saya mendapatkan pengetahuan rasa umami adqalah rasa gurih seperti micin dan makanan gurih, seperti jokes yang orang suka bilang "makan micin terus jadinya bodoh" adalah karena umami tidak terkandung gizi apapun selain rasanya yg gurih. Lalu saya mengetahui bahwa pedas bukanlah rasa karena pedas berasal dari sesuatu seperti rasa yang panas dan jadilah rasa pedas. Saya menanyakan apa yang kakak tersebut tertarik dari penelitian lutung selain rasanya. Yaitu pergerakan dari lutung jadi kakak tersebut meneliti, kan lutung makannya daun yang dimana daun itu pahit kakak itu meneliti memberi lutung makanan yang pahit apa terasa sama di lidah lutung atau rasa yang berbeda (dari gerak geriknya) nah pergerakan lagak reaksi lutung tersebut lah yang menarik bagi kakak tersebut dari lutung yang mencoba banyak rasa makanan termasuk perbedaan rasa lidah primata yang masih kecil dan yang sudah dewasa. Saya sendiri sangat tertarik dengan penelitian tersebut yang dari jurusan biologi dan saya sangat terinspirasi dan meluaskan wawasan saya dari pengalaman kakak tersebut.




