25/11/22 - Day 12 P5
Bacaan halaman 160-174 (3 bab/15 hal)
Lakukan segala sesuatu dengan cinta...
Peliharalah cinta di hatimu. Dicintai dengan mendalam oleh seseorang akan memberimu kekuatan, mencintai seseorang dengan mendalam memberimu keberanian.
Walau tidak bisa mengendalikan tindakan orang lain, kita bisa mengendalikan emosi kita. Kita bisa memilih merasa sebagai korban atau merangkul kebahagiaan dan memisahkan diri kita dari perilaku orang tersebut. Kita adalah produk dari pengalaman sepanjang hidup dan orang lain membentuk pilihan pilihan hidupnya.
Yang saya dapatkan dari kisah tersebut adalah, terkadang berhenti menghakimi tindakan tindakan orang di dekat kita, kita dapat memutus kaitan antara perilakunya dan emosi kita. Dengan memandang tindakan tindakannya tanpa menghakiminya, tidak lagi akan merasakan emosi terhadap perbuatannya.
Memang mudah mengatakan "Aku memaafkan," tetapi tidak akan ada dampaknya jika tindakan kita tidak selaras dengan pikiran.
Saya terkesan dengan kisah ibu dengan mantan suaminya. Dia mencintai mantan suaminya bukan sebagai suami, tetapi sebagai ayah anak-anaknya. Dia mencintainya sebagai seorang manusia, sebagai anak Allah. Memaafkan telah memberinya kemampuan untuk berhenti menghakiminya dan menerimanya apa adanya. Pada akhirnya dia berdamai dengan masa lalu mereka. Dan saatnya mereka untuk melepaskan sejarah, agar mereka berdua dapat bergerak maju. "Suatu cahaya yang hangat membasuhi, dipenuhi dengan kekuatan rahmat dan memaafkan." kata ibunya.
Maaf, bukan karena mereka patut dimaafkan, tetapi karena kita patut mendapat kedamaian.
Pada saat itulah aku tahu bahwa tidak menjadi masalah apakah dia memaafkan aku atau tidak; itu pilihannya. Tetapi dengan memaafkannya, aku telah membebaskan diriku sendiri.
Memaafkan bukanlah hadiah untuk orang yang menyakiti kita, tetapi mukjizat yang bisa kita berikan diri kita sendiri. Itu akan membebaskan kita dari masa lalu, melepaskan semua dan membuka pintu bagi masa depan yang sepenuhnya baru.
Refleksi:
Memaafkan tidaklah mudah. Ia bukan sesuatu yang kita putuskan lalu simsalabim, segala sesuatu yang lain menghilang. Diperlukan upaya dan kita harus memperjuangkannya. Tetapi, jika kita berpegangan kepadanya dengan dua tangan, kita bisa membebaskan diri dari penjara yang telah mengunci kita. Kunci ada di tangan kita dan sekali kita membuat pilihan untuk menggunakannya, kita telah melakukan hal yang terpenting dari semuanya. Kehidupan yang baru menanti, terlepas dari apa pun yang telah kita alami, selama kita memberi hadiah memaafkan kepada diri kita sendiri.
Hari terakhir sit in kegiatan kami adalah mengunjungi kampus universitas. Yaitu ada UKDW, Stipram, Stikes Bethesda, dan Stikes YKPN. Saya dapat universitas bethesda. Jujur saya sedih tidak dapat UKDW karena saya ingin kedokteran bukan perawat. Tetapi dari kunjungan ke kampus tersebut saya mendapat pengetahuan tentang perawat. Khususnya kami diberi materi dan diperkenalkan jurusan fisioterapi. Fisioterapi adalah tenaga kesehatan profesional yang telah menempuh pendidikan fisioterapi baik diploma ataupun profesi fisioterapi yang bekerja untuk manusia segala umur yang bertujuan untuk memelihara, meningkatkan kesehatan, mengembalikan fungsi dan ketergantungan bila individu mendapatkan gangguan kemampuan atau masalah yang disebabkan kerusakan fisik, psikis dan lain sebagainya. Saya diberi pengetahuan kenapa kaki punggung dan leher kita bisa sakit atau pegal dan diberi solusi dengan memijat atau melakukan peregangan sesuai instruksi. Dan cara memakai tas yang benar agar tidak membuat tulang skoliosis, cara tidur dengan posisi kepala dan leher yang benar, cara menghindari kebiasaan yang selama ini menurut kita biasa saja tetapi ternyata dapat berakibat fatal bagi tulang dan tubuh kita, mencegahnya. Disana saya keliling melihat alat alat praktek apa saja untuk perawat dan bidan termasuk suasana dan orang yang seperti di rumah sakit.




