4/12/22 - Day 21 P5



Bacaan halaman 290-301 (12 halaman)

Orang harus memaafkan. Kita tidak harus menyukainya, kita tidak harus berteman dengannya, kita tidak harus mengirim gambar hati di dalam pesan singkat, tetapi kita harus memaafkan mereka, harus mengabaikan, harus melupakan. Karena jika tidak, kita seperti mengikat batu di kaki kita, terlalu berat untuk dibawa terbang oleh sayap kita!

Hari ini, berilah senyuman kepada orang asing. Mungkin itu adalah satu-satunya kecerahan yang dia lihat sepanjang hari.

Perlakukan setiap orang dengan sopan, bahkan mereka yang tidak sopan kepada kita- bukan karena mereka orang yang menyenangkan, tetapi karena kita adalah orang yang menyenangkan.

Tidak akan mendapatkan apapun jika kita mengeluarkan sikap agresif karena hari yang panjang atau mood yg sedang tidak enak. Momen itu akan berlalu dan terlupakan dengan cepat, jadi mengapa aku harus membuat orang lain menderita, bahkan jika hanya sesaat, hanya karena aku mengalami hari yang buruk? Energi seperti itukah yang ingin kita pancarkan ke dunia?

Itulah saat yang negatif dan tidak menyenangkan yang akan berlalu dengan cepat tetapi meninggalkan gurat kecil di jiwa kita. Jenis guratan yang semakin pekat sejalan dengan waktu. Tetapi akhirnya akan merasa positif, terhubung, dan terdorong maju. Itu menginspirasiku untuk menumbuhkan pendekatan memaafkan agar keramahan dan belas kasihlah yang menjadi goresan jiwaku, bukan kemarahan dan maksud jahat.

Kebebasan utama kita adalah hak dan daya untuk memutuskan bagaimana orang atau sesuatu di luar kita akan memengaruhi kita.

Jika seorang murid mendapat kesulitan, sudah seharusnya guru melakukan yang terbaik untuk mencari jalan keluar. Apakah anak itu membutuhkan kacamata? Apakah anak itu mengalami kesulitan memproses informasi dan membutuhkan petunjuk visual? Apakah ada masalah pribadi di rumah yang menyulitkan pembelajaran? Apakah anak merasa diganggu oleh teman-temannya? Apakah anak terlalu gugup menghadapi ulangan sehingga hasilnya kurang memuaskan?

Refleksi: Ketika aku mulai memaafkan, duniaku akan menjadi jauh lebih lebar. Suaraku menjadi lebih kuat dan pengalamanku menjadi lebih kaya. Pada akhirnya, kita bertanggung jawab atas siapa diri kita serta sumbangsih yang kita berikan kepada orang lain di dalam hidup ini.



Popular Posts