5/12/22 - Day 22 P5



 Bacaan halaman 302-316 (15 halaman)

Kegelapan tidak dapat mengusir kegelapan; hanya terang yang dapat melakukannya. Kebencian tidak dapat mengusir kebencian; hanya cinta yang dapat melakukannya.

Kemarahan plus frustrasi akan menjadi kebencian. Kebencian adalah penyiksaan diri, membuat kita pedih dan menghancurkan sistem imun kita.

"Ketakutan adalah sesuatu yang bisa kita bawa pulang yang bisa terus menghancurkan orang-orang di sekitar kita."

Kepedihan adalah kepedihan. Terlepas dari siapa kita dan di mana kita berada, kita memiliki daya— dan hak untuk melepaskan diri dari kepedihan. Memaafkan adalah titik awalnya.

Aku telah belajar merangkul kemanusiaan, kemanusiaanku sendiri dan orang lain, dengan kesadaran yang penuh cinta. 

Apakah ada menamparmu ketika kau masih kecil? Seseorang yang lebih tua darimu? Apakah kau merasa sendirian, tidak berdaya untuk menghentikannya? Dan apakah itu terus ber- ulang sampai kau menjadi begitu marah sehingga kau harus melampiaskannya kepada orang lain? Kau butuh membuat seseorang, siapa pun itu, untuk merasakan sesuatu yang telah kau rasakan di sepanjang hidup. Begitu, kan?

Aku merasakan kemarahan itu ketika kau menamparku dan menantangku untuk membalas. Penghinaan membara di dalamku, panas dan meleleh, seperti asam yang menggerogoti inti diriku. Kau menyakitiku. Dan kau menyakitiku berulang-ulang, persis sebagaimana kau tersakiti; itu aku mengerti.

Aku harap kau sudah berdamai dengan dirimu sendiri. Aku harap kau telah menemukan penyembuhan di dalam hidupmu karena kemarahan hanya menjurus ke lebih banyak kepedihan, dan aku yakin kau dan aku telah mengalami banyak kepedihan d dalam hidup kita. Kepedihan adalah sesuatu yang sama-sama kita alami; aku meyakini itu. Itulah yang menghubungkan kita. 

Sebenarnya apa yang kulakukan dengan kepedihanku adalah sangat penting. Jika aku mengabaikannya dan mengelak darinya, ia akan muncul lagi, tanpa diduga, seperti pukulan di kepala di lapangan sekolah. Tetapi jika aku jujur, menggali dalam-dalam, dan menulis, aku menemukan bahwa aku bisa mengungkapkan kepedihanku. Aku dapat membagikannya, dan itu terasa lebih ringan. Aku tahu aku tidak sendirian.

Dan apa yang kaulakukan dengan kepedihanmu juga penting karena itu dapat memengaruhi hidup orang lain. Tamparan-tamparan itu terjadi hampir empat dekade yang lalu, tetapi aku mengingatnya seakan-akan semua itu baru terjadi pagi ini.

Aku harap kau telah menemukan penyembuhan bagi kepedihanmu. Aku harap ada orang-orang di dalam hidupmu yang mengu lurkan tangan, seseorang yang mendengarkanmu dengan kebaikan. pengertian, dan belas kasih. Aku mendoakannya karena itu adalah satu-satunya cara untuk menghentikan kepedihan.

Refleksi: Memahami segala sesuatu adalah memaafkan segala sesuatu.





Popular Posts