6/12/22 - Day 23 P5
Bacaan halaman 319-331
Kita juga tidak tahu apa yang sedang dia alami. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi di balik wajah yang tenang, meski kesal itu. Sebagian besar dari kita menjalani hari dengan tampak normal, bahkan ketika hidup kita sedang berantakan. Anak sakit, pekerjaan sedang kacau, diagnosis yang menakutkan, rumah yang terpaksa disita, dan ya, perceraian... siapa yang tahu apa yang mengintai di balik tampilan luar seseorang.
Aku telah memaafkannya, tetapi lebih dari itu, diam-diam aku berdoa agar dia memaafkan penilaianku yang terlalu cepat.
"Pada saat itulah aku ingat akan sesuatu yang dikatakan oleh ayahku bertahun-tahun yang lalu." "Pahami mereka, Nak."
"Siapa?"
"Setiap orang."
Segala sesuatu memang seharusnya dan perlu terjadi. Dan jika kita memaafkan, pikiran dan hati kita akan terbuka dan kita bisa melihat kemungkinan lain.
"Aku memaafkan reaksimu jika kau memaafkan reaksiku. Kelak aku akan memberitahu apa yang sedang terjadi agar kau mendapat peluang untuk membuat pilihan dalam menghadapi situasi yang ada. Dan siapa tahu mendatangkan masa depan yang lebih baik bagi mereka semua."
Seorang guru berpengaruh untuk selamanya; dia tidak bisa tahu di mana pengaruhnya berhenti.
"Aku sering memikirkan caranya yang taktis untuk menyembuhkan jiwaku yang terluka bertah un- tahun yang lalu. Dia menolak membiarkan aku tenggelam di dalam pengasihanian diri dan malah memaksaku untuk menunjukkan bakat yang tidak kusadari. Aku terlalu marah dan terlalu merah untuk menghargainya sampai jauh di kemudian hari."
Refleksi: aku harus menerima masa lalu sebagai masa lalu, memaafkan mereka untuk bagian mereka di dalam kisah sedih kami dan melepaskan.
Aku tidak bisa mengatakan bahwa luka itu sudah sembuh total. Masih ada titik-titik yang peka. Tetapi di sebagian besar hatiku, aku telah sembuh. Aku telah mendapatkan kembali perasaan damai dan kebahagiaan. Aku telah menumbuhkan kemampuanku untuk mencintai tanpa syarat. Dan aku bisa menghadapi diriku sendiri dan berkata dalam iman yang sejati, aku tidak mendendam. Aku bebas.



