7/12/22 - Day 24 P5



 Bacaan halaman 334-348

Sebagian besar dari kita membutuhkan waktu untuk mengolah kepedihan dan kehilangan. Kita dapat menemukan semua alasan untuk menunda memaafkan. Salah satu dari alasan ini adalah menunggu pelaku kejahatan untuk menyesal sebelum kita memaafkannya. Tetapi penundaan seperti ini hanya menghalangi kedamaian dan kebahagiaan yang bisa menjadi milik kita.

Tidak pernah jiwa manusia tampil begitu kuat seperti ketika ia melepaskan dendam dan berani untuk memaafkan kejahatan.

Kau tidak bisa memaafkan tanpa mencintai. Dan maksudku bukan sentimental. Maksudku bukan kelembekan. Maksudku adalah memiliki keberanian yang cukup besar untuk berdiri dan berkata, "Aku memaafkan mu, aku sudah selesai dengan semua itu."

Melalui doa, kami telah meminta penghiburan dari Tuhan. Tetapi Dia memberi lebih dari itu. Dia memberi kami kemampuan untuk merasa damai. 

"Jika kami tidak memaafkannya, kami akan menjadi tawanan, terperangkap di dalam jeruji kepahian Kami telah membuat keputusan untuk membebaskan diri, unk hidup di dalam kemerdekaan yang didatangkan oleh pemberian maaf."

Refleksi: Bukanlah perjalanan yang mudah, untuk tiba di tempat kita memaafkan orang-orang Tetapi tempat itu adalah tempat yang penuh daya, karena tempat itu membebaskan kita.



Popular Posts