8/12/22 - Day 25 P5
Bacaan halaman 349-360
Memaafkan bukanlah sesuatu yang kaulakukan untuk orang lain; Memaafkan itu adalah sesuatu yang kaulakukan untuk dirimu sendiri.
"Ketika Anda memaafkan, Anda menyerahkan hak anda untuk membalas dendam kepada Tuhan. Orang yang telah berbuat salah masih harus bertanggung jawab untuk apa yang telah dia lakukan. Sekarang kesalahan itu ada di antara si pelaku dan Tuhan. Jika Anda telah terluka parah dan tidak bisa memaafkan, tak apa-apa. Mintalah kepada Tuhan untuk membuat Anda bersedia memaafkan."
"Tuhan, aku tidak bisa melepaskan ini. Engkau akan harus membuatku menginginkannya."
"Siapa yang memiliki kapasitas lebih besar untuk membalas dendam, aku atau Tuhan? Siapa yang akan lebih ditakuti oleh seorang pembunuh, aku atau Tuhan? Tuhan bisa menyakiti orang itu lebih daripada yang bisa kulakukan, jadi aku menyerahkan hakku untuk membalas dendam kepada Tuhan. Itu bukan karena aku adalah orang yang baik atau mencintai itu adalah pemberian maaf demi ketahanan hidup. Aku memaafkan untuk diriku sendiri, menyerahkan situasi ini di tangan-Nya. Bahkan dengan motif yang berbau balas dendam, mimpi burukku berhenti sepenuhnya."
Damai datang kembali. Perlahan-lahan kegembiraan dan kesenangan menetes kembali ke dalam hidupku di saat hatiku menyembuh. Aku mendorong manya keluar dari pikiranku, lega, dan bersyukur untuk kem- balinya kenormalan, dan tahun berlalu.
Sungguh membebaskan dengan mengetahui bahwa ketika kita mengulurkan maaf dan berdoa hati kita akan membuka dan menerima lebih banyak maaf dari Tuhan, orang lain, dan diriku sendiri.
Refleksi: Memaafkan adalah sebuah proses. Aku membutuhkan pertolongan Tuhan untuk bersedia menyerahkan hak balas dendamku. Memercayai keadilan Tuhan menumbuhkan penerimaan akan apa pun hasilnya.
Kesedihan dan luka kita hanya menyembuh katika kita menyentuhnya dengan belas kasih. Memaafkan adalah senjata yang ampuh untuk penyembuh Cinta bagi semua orang.
Refleksi:
Memaafkan bukanlah kelemahan, dan itu tidak berarti bahwa yang memaafkan adalah orang yang kalah. Sebaliknya, itu adalah salah satu tindak keberanian dan kekuatan terbesar yang pernah bisa dilakukan oleh seseorang, dan ketika seseorang memaafkan seseorang yang pantas untuk dimaafkan, maka itulah kemenangan termanis yang bisa kita kenal.
Pada hari itu aku menjadi manusia baru. Pada akhirnya aku bisa melanjutkan hidupku dan mendapatkan awal baru yang sangat kubutuhkan.



